Apa Arti Futur?


Pengasuh:Ustadzah Latifah Munawarah, MA.
Kandidak Doktor, Kuliah Syariah, Universitas Kuwait
Rubrik ini terbuka bagi siapapun yang ingin bertanya seputar Islam. Kirimkan pertanyaan anda ke Redaksi melalui SMS ke no +96567786853, atau email ke : alhusnakuwait@gmail.com, Mohon sertakan nama dan alamat anda
Pertanyaan


Assalamu alaikum Wr Wb.

Ustadzah yang dirahmati Allah, sering ana mengalami naik turunnya keimanan. Kalau lagi naik, ana semangat beribadah dan beramal, tapi kadang ketika lagi sibuk dan banyak kerjaan, sering waktu terlewati begitu saja tanpa amalan. Pertanyaannya 1. Bagaimana cara pencegahannya supaya iman kita tidak sampai turun? 2. Apa artinya futur dan apakah berdosa kalau kita lagi futur?....Terima kasih .
Wassalam
Ummu Hanan

Jawaban
-----------------------------------

Waalaikum Salam Warahmatullah

Alhamdulillahi Robbil alamin. Was sholatu was salamu ala Rasulillah, wa badu.
Ukhti fillah, saya ucapkan selamat kepada Ukhti karena perhatiannya yang begitu besar terkait masalah keimanan kita ini. Puji syukur kepada Allah yang telah memberikan anugrah kelezatan iman kepada ukhti.

Dalam kamusnya, Ibnu Mandhur, mengartikan Futur secara bahasa, mengandung dua arti, yaitu :
a. Putus setelah bersambung, atau tenang setelah bergerak.
b. Malas, lambat, perlahan, setelah rajin dan bersungguh.
Sedangkan dalam arti istilah yaitu :  suatu penyakit yang dapat menimpa sebagian kaum muslimin atau sebagian aktivis, bahkan menimpa mereka secara praktikal (perbuatan). Tingkatannya yang paling rendah berupa kemalasan, menunda-nunda atau berlambat-lambat. Puncaknya ialah terputus atau berhenti sama sekali sebelumnya rajin dan terus bergerak.

Ukhti yang dirahmati Allah, Ketahuilah bahwa seorang muslim tidak mungkin senantiasa dalam satu kondisi keimanan, karena termasuk Aqidah kita bahwa iman bertambah dengan ketaatan, dan berkurang dengan kemaksiatan, sebagaimana Bani Adam mereka sering  bersalah dan berdosa, dan sebaik-baik mereka yaitu orang yang bertaubat.

Seorang Sahabat Handzalah, mengeluh tentang perubahan kondisi hati dan keimanannya ketika dia jauh dari majlis Rasulullah. Handzalah berkata : Abu Bakar menemuiku, dan berkata: bagaimana kondisi wahai Handzalah, ia menjawab : Handzolah (dirinya sendiri) telah menjadi munafiq. Abu Bakar berkata : subhanallah. Kamu berbicara apa ?.  aku menjawab : Aku jika bersama Rasulullah yang mengingatkan tentang surga dan neraka, seakan-akan aku melihat dengan mata kepala sendiri. Tetapi ketika kita keluar dari majlis Rasulullah, kita bermain-main dengan anak dan istri, sehingga kita terlena dan lalai. Abu Bakar berkata : Demi Allah, aku juga begitu, sama denganmu. Lalu Abu Bakar dan Handzalah pergi ke Rasul dan menceritakan apa yang terjadi. Lalu Rasulullah bersabda : Demi yang jiwaku ada di TanganNya, kalau kondisi kalian senantiasa tetap seperti ketika bersamaku, maka niscaya para malaikat akan bersalaman dengan kalian di tempat tidur kalian juga di jalan-jalan kalian. Tetapi wahai Handzalah, sesaat-sesaat. (HR. Muslim).

Ada beberapa sebab futurnya Iman seseorang, sebab yang paling utama yaitu bersikap tengah-tengah dalam beramal sholeh, karena membebani suatu hal yang melebihi kemampuan diri akan membuat diri itu menjadi terputus dalam beramal.

Rasulpun pernah memarahi orang yang mengharamkan daging, wanita, dan tidur bagi dirinya sendiri dengan sabdanya : akan binasa orang-orang yang memberatkan diri (HR.Muslim), sebagaimana ia bersabda : Barang siapa yang tidak suka ajaranku maka ia bukan termasuk golonganku.  (HR.Bukhori).
Dalam Sabdanya yang lain : Ambillah dari amalan-amalan, apa yang kamu mampu dan kuat (untuk mengerjakannya), sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan (HR.Bukhori).

Manejemen waktu merupakan unsur  penting untuk mengatasi futur. Dalam artian ada waktu untuk Ibadah, mencari rizki, belajar, menunaikan hak-hak orang lain, juga birrul walidain. Tak kalah penting pula refreshing diri dengan hal-hal yang halal merupakan hal yang diperlukan untuk keberlangsungan kekuatan iman. Karena jiwa ataupun diri, bercelah untuk merasa capek atau bosan jika ia selalu beraktifitas. Tetapi jika aktifitas-aktifitas yang ada terorganisir dengan baik, maka akan membawa pengaruh yang baik bagi keterbolak-baliknya sikon iman ini, bahkan kemungkinan anda akan melihat diri sendiri merasa rindu untuk melakukan aktifitas baik ibadah atau refreshing diri sebelum waktunya datang.

Sebagaimana saya anjurkan bagi tiap-tiap jiwa yang sedang futur untuk tanwii’” (memperbanyak macam) dalam beramal sholih : tidak hanya puasa terus misalnya, atau sholat terus, tetapi antara sholat, puasa, dan semua amal sholih lainnya. Karena seseorang jika berada pada satu ibadah saja, dan monoton, maka akan terserang futur.

Sedangkan futur  merupakan tanda-tanda adanya biji keimanan dalam hati ukhti, dan saya mohon kepada Allah untuk selalu memberikan hidayah-Nya kepada ukhti dan menjadikan biji tersebut tumbuh subur. Hati ini memang sifatnya berbolak-balik, karenanya ia dinamakan dengan hati (qolbu), Rasulullah menyifatinya ibarat bulu yang menggantung di pohon, ia akan dibolak-balikkan angin. (HR. Ahmad). Sehingga Rasulullah mengajurkan kepada kita untuk senantiasa berdoa :

  اللهم يا مقلب القلوب  ثبت قلبي على دينك 
Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati dan mata, tetapkan hatiku selalu dalam agamamu.

Saya anjurkan pula untuk bergaul de-ngan orang-orang sholih yang senantiasa menyemangati dalam amal kebaikan, juga mengikuti kajian keislaman atau majlis taklim, yang mana akan berpangaruh baik buat keimanan .
 والله أعلم بالصواب.

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com